Minggu, 08 Februari 2015

Ke hidupan remaja jaman sekarang

Wanita jaman skarang memang kebanyakn sudah enak dlm arti hidup ini serba instan. Jadi kadang banyak yg lupa para orang tua mngajarkn kesopanan dan hidup prihatin.meskipun mreka kaya. Niatnya biar si anak biar gk susah sperti ortunya dulu. Tapi kenyataanya mlh jadi salah kaprah. Si anak gk trbiasa hidup susah. Lambat untk bisa mandiri dan pengenya slalu senang.
Kdang tanpa mau berfikir jauh ke depan.
Dan smuanya terbawa hingga dewasa.

Anak wanita yg slalu haus hiburan.
Haus di perhatikan.
Smuanya serba gk kurang puasnya hingga sampai foya2.

Sepi sedikit GALAU.
Sedih sedikit GALAU.
susah sedikit GALAU. DLL

sangking hausnya hiburan dan perhatian kdang mreka sampai.. gk tau pekerjaan. Cara yg di dapatkn untuk cari hiburan sangat di hawatirkan.
Kadang cuma pake clana mini.
Kdang masang foto tengtop.an di dunia maya. Hingga kadang sampek gk bisah HP. Mnjdi ktergantungan. Karna mreka gk per mrasakan pahit nya hidup. Dari kecil sudah kebiasaan manisnya saja.

Pake tengtop di jalan clana mini. Di jln. Foto hot di fb bbm twetter.
Sudah hampir jdi kbiasaan. Yg ber ujung mngundang para buaya keluar dari sarangnya. Dgn iming2 ke bahagiaan. Perhatian dll. Yg mmbuat si cewek tersbut ter lena. Dan gelap mata.
Hiburan demi hiburan mnjadi ketergantungan bagi remaja jaman sekarang...

Hmmmmm
Saran. Blajarlah menelan rasa pahitnya hidup ter lebih dahulu. Jika km mau mrasakn manisnya di kemudian. Bisa juga rasa berat dan pahit itu hanya melatihmu untuk jadi orang yg kebal dan kuat.
Jika rasa manis sudah terbiasa kamu rasakan. Maka ahir dari manis itu adalah pahit.
Jika rasa pahit datang stelah manis. Maka jarang ada yg kuat. Se hingga mnghalalkan sgala cara. Agar kpahitan itu tidak menyiksa.. wlaupun hanya se sa.at. yg mlh justru bisa,makin pahit dari sebelumnya..

Saran
Sudah ber hati2 saja kadang qta masih keliru.
Apa lagi cuma asal2an??
Salam damai john pangesti

Jumat, 23 Januari 2015

Jowo ilang jawane san soyo adoh karo toto jowone

Lintang wetan wus suminar, Cahyane madhangi jagat, Ngiwi-iwi ayu ing mega ... Nanging ora kabeh bisa sineksen, Mung manungsa kang resiklan suci atine, Banjur bisa miturut lakune lintang kuwi... Lintang wetan kuwi pratanda, Tekane kawruh budhi saka Hyang Suksma, Budhikang bakal semi ing jroning ati, Sapa kang eling lan waspada bakal rahayu.

Puisi jawa keren john pangesti

SISIK PANGGODHAGeguritan :

Sang BayangNalika jagad sing gumelar dadi peteng ndhedhetkahanan sangsaya runyemnunjem tengah tengahing wengiagawe sekabehe sipat gegayuhan tumpangsuhana ati lan lathi kang ora sarujukAmung tresna lan nirmala sing bisa njumenengake ragadadi kuwat napaki gesang tanpa sumelangListyaning tumindakmu lir sumilire bayunggugah gumregahake jangkah, kaya menjangan mlayuMiyak ombak samodra nasib kanthi nggeret pengarepbisa tumekaning pinggir anggonku jumangkah ing wengingudhar irenge pepeteng sing nggawengsenadyan ngambyang nyabrang rob lan panggodhaora gingsir rasaning ati ngukir asmamu yayiDhuh, cah ayucahyaning bumi kang sumurup ing atmaamung sliramu jiwatman suci ingsun jumeneng pribadi

Puisi cinta bahasa jawa keren john pangestu

NALIKA SEPI ....pasuryanmu sing beningtumiba ing banyu mili turut pletheking suryasaya suwe tansaya adohninggalake sepitan ana sabawa gumrisiking alang alangaku mung bisa nyawangpasuryanmu sing kagawa banyu mili turut kalinganti datan katon kasaput pedut

UDAN WAYAH SOREudan riwis-riwis nggawa angin gumantiora kaya nalika kang kawuri sing kebak pangarep-arepdikaya ngapa lemah wus kebanjur telessesuk esuk yen sang surya wiwit sumunarlan manuk kepodang colat-colot ana wit gedangtak tunggu tekamu ing sak ngisore payungtak kanthi lakumu tumeka ngendimbokmenawa sesuk sore wus ora udan riwis-riwismarakake gawe kekesing atimanuk kepodang wus mabur mangulonnanging tetep tak tunggu tekamu.

Puisi cinta bahasa jawa john pangestu

Nalikane PajarBayu kang angreremih ing qolbuSayup lamat kapiyarsa timbalan agungNalika asreping pajarKairing  kluruking jagoMangkana janma utamaGya prapta ing masjidKalawan asesuci tirta utamiInggih wudhu wajibipunManembah sujud sahaja ing gustiKalawan khuduring tyasTumungkuling saking prahara dunyaTansah eling mring Hyang SuksmaSumandhe ing ngarsaning gustiLawan puja puji astutiAnyadhong  lawan dungaKanthi pangajab pinaringan rohmat dalah kayuwanan

2Menawa rasa matine atiMesti jiwa tansah kapangUmpama ati kapenjara asmaraApa bisa jiwa ngapusiMenawa saperangan ati ngantu-antuMesti separo liyane ngenteniUmpamane setengah ati tansah (han)jagaBisa ora saperangan liyane nglaleakeMenawa ati tiba sengsaraMesti jiwa luwih laraPujaning atiku..Apa sing bisa tak tindaakeAku mung wanita sing kakungkung geni asmaraWanita sing atine wis kadustaApa sing dipengine saliyane pengin cepet ketemu kalawan sing ndusta atiSing pada-padane laksana kidung swarga sing ngalun-alun ing karnakuSing nggawe kentir kapal jiwaku ing tengahing samudra rasa sing tan winates

Artekno dw bro nek ngaku wong jowo. Salam cinta damai
John pangestu

Falsafah SEDLUR PAPAT LIMO PANCER

1. Watman : yaitu rasa cemas / kawatir dari seorang ibu ketika hendak melahirkananaknya. Ibu harus berjuang antara hidup dan mati dalam proses kelahiran. Watman adalah saudara tertua yang menyiratkan betapa utamanya sikap menaruh hormat dan sujud pada orang tua khususnya ibu. Kasih sayang, perhatian dan doa ibu adalah kekuatan yang akan mengiringi perjalanan hidup sang anak.

2. Wahman : yaitu kawah atau air ketuban.Fungsi air ketuban adalah menjaga agar janin dalam kandungan tetap aman dari goncangan. Ketika proses kelahiran terjadi,air ketuban pecah dan musnah menyatu dengan alam, namun secara metafisik ia tetap ada sebagai saudara penjaga dan pelindung.

3. Rahman : yaitu darah persalinan. Darah adalah gambaran kehidupan, nyawa dan semangat. Darah persalinan pada akhirnyamusnah dan menyatu dengan alam, namun secara metafisik ia tetap ada sebagai saudara yang memberi semangat dalam perjuangan mengarungi kehidupan. Darah juga gambaran kesehatan jasmani dalam hidup seseorang.

4. Ariman : yaitu ari-ari atau plasenta. Fungsi ari-ari adalah sebagai saluran makanan bagi janin dalam kandungan. Ariman adalah saudara tak kasat mata yang menolong seseorang untuk dapat mencari nafkah dan memelihara kehidupannya.

Dan sebagai yang kelima adalah Pancer (Pusat) yaitu si jabang bayi itu sendiri. Ketika jabang bayi itu lahir, tumbuh dan dewasa, maka ia tidaklah sendirian. Keempat saudaranya Watman, Wahman, Rahman dan Ariman senantiasa menemani secara metafisik. Mereka adalah saudara penolong dalam mengarungi kehidupan hingga seseorang kembali lagi pada Sang Pencipta. Pancer atau Pusat juga dimaknai sebagai "Ruh" yang ada dalam diri manusia, yang akan mengendalikan kesadaran seseorang agar tetap "eling lan waspodo", ingat pada Sang Pencipta dan menjadi insan yang bijaksana. Jadi sedulur papat berperan sebagai potensi / energi aktif, sedangkan pancer sebagai pengendali kesadarannya.

Kesadaran kosmik tentang adanya saudarapenyerta dalam falsafah Sedulur 4 Ka-5 Pancer pada akhirnya akan mengaktifkan potensi dalam diri seseorang. Seseorang yang mampu menggali potensi Sedulur Papat Kalima Pancer akan menjadi seseorang yang sukses seutuhnya. Pada tingkat kesadaran tertentu orang tersebut bahkan dipercaya dapat mencapai"kesaktian" yang supranatural.

Dalam persepsi moralitas dan spiritualitas, orang yang memiliki kesadaran Sedulur Papat Kalima Pancer dapat dimaknai sebagai orang yang memiliki etika tinggi. Etika ini mencakup seluruh aspek kehidupan manusia dalam berbagai hubungan dan perannya dalam masyarakat. Dalam keluarga, pekerjaan, pendidikan, kerohanian, kesehatan maupun hubungan-hubungan sosial lainnya. Banyak orang mengklaim dirinya sukses, tapi hanya dalam bisnis saja, sedangkan rumah tangganya berantakan, tubuhnya sakit-sakitan, jiwanya tertekan. Ini bukan sukses yang sejati.

Falsafah Sedulur 4 Ka-5 Pancer merupakanfalsafah dasar yang kemudian dapat dikembangkan dalam berbagai pakem-pakem Jawa. Misalnya pakem tentang hari-hari Jawa, yaitu pasaran Legi (Timur), Pahing (Selatan), Pon (Barat), Wage (Utara)dan Kliwon (Tengah/Pusat). Dalam tradisi pewayangan juga dikenal tokoh Punakawan: Semar, Petruk, Gareng, Bagong yang menemani dan melayani tokoh pusat yaitu Arjuna. Hal ini juga menggambarkan keempat kuda pada kereta perang Arjuna yang dikendalikan oleh kusirnya yaitu Krisna. Pada periode Islam Jawa, dikenal pula keyakinan tentangmalaikat penyerta yaitu Jibril, Mikail , Isrofil, dan Ijro'il yang akan membawa seseorang mencapai Sidrathul Muntaha atau menyertai hidup manusia hingga matimenghadap kepada Sang Ilahi.Seperti yang sudah-sudah, falsafah Jawa selalu sarat dengan perlambangan, sehingga ia kaya akan interpretasi tanpa mengeliminir substansi-nya. Demikian pulafalsafah Sedulur 4 Ka-5 Pancer, secara normatif dapat berupa perlambangan untuk makna yang jauh labih hakiki. Sedulur 4 menggambarkan elemen dasar dalam diri manusia (ego) yaitu Cipta, Rasa, Karsa dan Karya.1. CIPTA adalah pikiran, sumber dari segala logika, idea, imajinasi, kreativitas dan ambisi. Pikiran adalah manipulasi otakatas informasi untuk membentuk konsep, penalaran dan pengambilan keputusan.2. RASA adalah emosi atau reaksi afekif atas peristiwa dan pengalaman hidup. Berbagai ekspresi emosi begitu kaya, bahkan jauh lebih kaya daripada bahasa yang dapat mengungkapkannya.3. KARSA adalah kehendak atau niat, yaitu motivasi dalam diri individu untuk melaksanakan keputusan dan rencananya.Seseorang dapat termotivasi oleh rangsangan dari luar, namun sebaliknya juga dari dalam dirinya sendiri.4. KARYA adalah tindakan, yaitu aspek psikomotor dalam diri individu yang menghasilkan suatu wujud konkret, sehingga dapat dikenali dan berdampak bagi lingkungan sekitarnya.Keempat elemen dasar dalam diri manusiadi atas akan menjadi “efektif” apabila manusia tersebut dikontrol oleh Pancer / kunci yang disebut dengan KESADARAN yang biasa diistilahkan dengan “eling”. Di sinilah letak perjuangan spiritual sesungguhnya. Ketika katup-katup kesadaran mampu dibuka, maka potensi 4 elemen dasar manusia akan menjadi kekuatan “quantum” yang luar biasa, memiliki daya ledak, menjadikan seseorang menjadi insan seutuhnya, sukses lahir batin, satria pinandhita sinisihan wahyu!

Falsafah jawa john klaten 1

1. URIP IKU URUP[Hidup itu nyala, hidup itu hendaknya memberi manfaatbagi orang lain di sekitarnya]

2. MEMAYU HAYUNING BAWANA, AMBRASTA DURHANGKARA[Harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dankesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka,serakah dan tamak]

3. SURA DIRA JAYA JAYANINGRAT, LEBUR DENINGPANGASTUTI[Segala sifat keras hati, picik, angkara murka hanya bisadikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar]

4. NGLURUK TANPA BALA, MENANG TANPA NGASORAKE,SEKTI TANPA AJI-AJI, SUGIH TANPA BANDHA[Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpamerendahkan/mempermalukan, Berwibawa tanpamengandalkan kekuasaan/kekuatan/kekayaan/keturunan, Kaya tanpa didasari hal2 yg bersifat materi]

5. DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUNKELANGAN[Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpadiri, Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu]

6. AJA GUMUNAN, AJA GETUNAN, AJA KAGETAN, AJAALEMAN[Jangan mudah terheran-heran,Jangan mudah menyesal,Jangan mudah terkejut dgn sesuatu, Jangan kolokan ataumanja]

7. AJA KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYANLAN KEMAREMAN[Janganlah terobsesi atau terkungkung dengankedudukan, materi dan kepuasan duniawi]

8. AJA KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, AJA CIDRA MUNDAKCILAKA[Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah,Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka]

9. AJA MILIK BARANG KANG MELOK, AJA MANGRO MUNDAKKENDHO[Jangan tergiur oleh hal2 yg tampak mewah, cantik, indahdan jangan berfikir gamang/plin-plan agar tidak kendorniat dan kendor semangat]

10. AJA ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA[Jangan sok kuasa, sok besar/kaya, sok sakti].

11. ALANG ALANG DUDU ALING ALING , MARGININGKAUTAMAN.[Persoalan persoalan dlm kehidupan bukan penghambat,jalannya kesempurnaan].

12. SOPO WERUH ING PANUJU SASAT SUGIH PAGER WESI.[Dalam kehidupan siapa yg punya Cita2 luhur, jalannyaseakan tertuntun].